iBenews.id - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kembali menjadi perhatian luas publik.
Seorang perempuan yang merupakan alumni UI mengungkap isi percakapan dalam grup chat orang tua para pelaku, yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Dalam percakapan tersebut, terlihat sejumlah orang tua menunjukkan sikap membela dan melindungi anak-anak mereka.
Baca Juga: Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Tekankan Tertib Administrasi dan Inovasi Ekonomi di Desa Bancong
Bahkan, ada upaya untuk menghalangi kehadiran para mahasiswa tersebut dalam sidang terbuka yang sebelumnya telah dijadwalkan.
Mereka menganggap forum terbuka tersebut justru merugikan pihak keluarga.
Salah satu isi percakapan memperlihatkan usulan agar hukuman yang diberikan tidak terlalu berat.
Baca Juga: Haji 2026 Mulai 22 April, Akomodasi 277 Hotel dan 51 Dapur Siaga
Seorang orang tua menyampaikan bahwa skorsing selama satu hingga dua semester disertai permintaan maaf secara terbuka dinilai lebih tepat dibandingkan sanksi dropout.
Pandangan ini pun menuai perhatian publik karena dianggap mengabaikan aspek tanggung jawab.
Keterlibatan para orang tua dalam kasus ini langsung menuai beragam reaksi, terutama di media sosial.
Baca Juga: 16 Embarkasi dan 4 Bandara Fast Track Siap Layani 221 Ribu Jemaah Haji 2026
Banyak warganet mengkritik sikap tersebut yang dinilai tidak mencerminkan nilai pendidikan mengenai tanggung jawab dan kejujuran.
Sejumlah komentar menyebut bahwa orang tua seharusnya mendorong anak untuk menghadapi konsekuensi, bukan justru melindungi secara berlebihan.
Artikel Terkait
Mitigasi Risiko Disiapkan, Jemaah Haji 1447 H Dijaga dari Tanah Air hingga Tanah Suci
16 Embarkasi dan 4 Bandara Fast Track Siap Layani 221 Ribu Jemaah Haji 2026
Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Tekankan Tertib Administrasi dan Inovasi Ekonomi di Desa Bancong
Tinjau Dapur SPPG di Kecamatan Tarik, Wakil Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergitas dengan Koperasi Merah Putih