iBenews.id - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) berhasil mereaktivasi jutaan peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat dinonaktifkan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya validasi data untuk memastikan bantuan kesehatan tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan.
Menurut data Kemensos, dari total 11 juta peserta PBI yang sempat dinonaktifkan, sebanyak 2,15 juta orang telah melakukan reaktivasi.
Baca Juga: Jalur Menanjak Gunung Budeg Licin, Simak Tips Aman Mendaki Saat Cuaca Buruk
Khususnya, 305.864 orang kembali terdaftar sebagai peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK) tingkat pusat. Sisanya mengalami perubahan segmen kepesertaan sesuai kondisi terkini.
“Aktif kembali pada segmen PBI JK ada 305.864 penerima manfaat. Jadi mereka reaktivasi dan kembali jadi peserta PBI,” kata Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu (15/4).
Selain itu, sebanyak 1,4 juta orang beralih menjadi penerima bantuan dari pemerintah daerah, 188.703 orang terdaftar sebagai peserta mandiri, 57.287 orang tercatat sebagai PNS/TNI/Polri, serta 185.355 orang lainnya sebagai pensiunan swasta/BUMN/BUMD.
Baca Juga: Mitigasi Risiko Disiapkan, Jemaah Haji 1447 H Dijaga dari Tanah Air hingga Tanah Suci
Perubahan ini mencerminkan koreksi data yang akurat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana peserta PBI idealnya berasal dari desil 1 sampai 5.
Gus Ipul menegaskan ini adalah bukti komitmen pemerintah memberikan kesempatan bagi warga untuk melakukan koreksi data.
“Karena pada dasarnya kami tetap memberikan kesempatan untuk reaktivasi,” ucap dia.
Baca Juga: Satu Rumah Libatkan 5–7 Pekerja, Efek Berganda Program 3 Juta Rumah ke UMKM
Pengajuan reaktivasi sendiri dapat dilakukan melalui dinas sosial setempat, perangkat desa, atau kanal lain yang disiapkan Kemensos, sehingga memudahkan akses masyarakat.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa peserta PBI yang dinonaktifkan sejak Februari lalu masih bisa mengakses layanan kesehatan hingga tiga bulan atau akhir April ini.
Artikel Terkait
Menkes Budi Gunadi Pastikan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Sasar Masyarakat Miskin
Pemkot Makassar dan BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi Layanan Jaminan Kesehatan
BPJS Kesehatan Siapkan Posko Mudik di 8 Titik dan Layanan JKN Selama Lebaran 2026
Tinjau Lokasi Ledakan di Waru, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi Seluruh Karyawan
BPJS Kesehatan Nganjuk Perketat Verifikasi PBI, Status Kepesertaan Dipantau Lewat Indikator Ekonomi