iBenews.id - Sebanyak 1.948 personel gabungan diturunkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa ribuan buruh di kawasan DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (16 April 2026).
Kapolres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan profesional dan humanis, tanpa penggunaan senjata api.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Sambut HUT ke-733 Kota Surabaya, Pemkot Hapus Denda PBB-P2 Sejak Tahun 1994
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyuarakan tuntutan mereka terkait pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang baru.
Selain itu, mereka juga mendesak penghapusan sistem outsourcing serta praktik upah rendah yang dinilai merugikan pekerja.
Sebanyak 1.948 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa ribuan buruh di kawasan DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (16 April 2026).
Baca Juga: Biaya Konsumsi dan Parkir Coachella 2026 Jadi Sorotan, Harga Kentang Goreng Capai Rp480 Ribu
Pengamanan ini berada di bawah kendali langsung Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Yudhistira, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dilakukan secara profesional dan mengedepankan pendekatan humanis.
Ia memastikan tidak ada penggunaan senjata api dalam pengamanan.
Baca Juga: JH Band SMP Jawa Ahirul Hikmah Raih Tiket 30 Besar Ajang Band Indosiar
Selain itu, rekayasa arus lalu lintas dilakukan secara fleksibel guna mengurangi potensi kemacetan.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memadati kawasan Senayan.
Artikel Terkait
Waspadai Efek Samping Konsumsi Nasi Merah Berlebihan bagi Pencernaan
Berupaya Lunasi Utang Agunan, Pelukis Asal Sleman Jual Karya Lewat Media Sosial
Donald Trump Unggah Visual Religi dan Kritik Kinerja Paus Leo XIV di Truth Social
Krisis Plastik Global: Perang Iran Picu Lonjakan Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan di Asia
Mitigasi Risiko Disiapkan, Jemaah Haji 1447 H Dijaga dari Tanah Air hingga Tanah Suci