iBenews.id - Bank Mandiri melaporkan peningkatan signifikan pada penyaluran kredit sektor infrastruktur yang mencapai 30,8% secara tahunan (yoy) hingga Februari 2026, dengan total nilai sebesar Rp491,63 triliun.
Capaian ini semakin menegaskan posisi perseroan sebagai mitra utama pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional.
Pembiayaan yang disalurkan mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain transportasi, energi, serta konstruksi.
Baca Juga: Berupaya Lunasi Utang Agunan, Pelukis Asal Sleman Jual Karya Lewat Media Sosial
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Direktur Utama Riduan menegaskan bahwa perusahaan akan terus berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi bagian dari kontribusi Mandiri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kesejahteraan merata di Indonesia.
Baca Juga: Haji 2026 Mulai 22 April, Akomodasi 277 Hotel dan 51 Dapur Siaga
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit infrastruktur sebesar 30,8% secara year-on-year (yoy) hingga Februari 2026, mencapai Rp491,63 triliun, yang mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional.
Pembiayaan tersebut mencakup sektor-sektor utama seperti transportasi, energi, dan konstruksi.
Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas nasional, memacu pertumbuhan ekonomi, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: JH Band SMP Jawa Ahirul Hikmah Raih Tiket 30 Besar Ajang Band Indosiar
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam menyediakan pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif.
Artikel Terkait
Donald Trump Unggah Visual Religi dan Kritik Kinerja Paus Leo XIV di Truth Social
Ketegangan di Timur Tengah Pukul Sektor Manufaktur Jepang: Sentimen Bisnis Merosot Tajam
Krisis Plastik Global: Perang Iran Picu Lonjakan Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan di Asia
Mengenal Norovirus: Virus Kebal Alkohol yang Menjadi Penyebab Utama Gangguan Pencernaan