Dipuji Dunia, Ekonomi RI Diminta Tak Berpuas Diri dan Perkuat Strategi Jangka Panjang

Photo Author
- Jumat, 17 April 2026 | 21:20 WIB

Apresiasi dari IMF dan investor global terhadap ekonomi Indonesia dinilai sebagai sinyal positif. Foto : Tim iBenews.id
Apresiasi dari IMF dan investor global terhadap ekonomi Indonesia dinilai sebagai sinyal positif. Foto : Tim iBenews.id

iBenews.id - Apresiasi terhadap kinerja ekonomi Indonesia datang dari International Monetary Fund dan investor global yang menilai Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia.

Penilaian tersebut muncul di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, yang dikutip Jum'at (17/4).

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Mengenal Kepribadian Pecinta Warna Biru, Dari Jiwa Kreatif hingga Sosok yang Paling Setia

Ia menyebut stabilitas tersebut didukung oleh kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.

Meski demikian, ia menilai capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri.

Menurutnya, stabilitas ekonomi seharusnya menjadi pijakan awal untuk langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Baca Juga: Perut Rata Tanpa Ribet, Panduan Ramuan Herbal dan Pola Hidup Sehat untuk Detoksifikasi

Fakhrul menegaskan bahwa tantangan selanjutnya adalah mengubah stabilitas menjadi kekuatan untuk membiayai pertumbuhan dan memperluas ruang kebijakan.

Ia juga menilai narasi ekonomi Indonesia perlu dikembangkan agar tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan pembiayaan pertumbuhan.

Dalam hal ini, ia melihat pendekatan Bank Indonesia yang menekankan kredibilitas kebijakan dan adaptasi terhadap dinamika global berada pada jalur yang tepat.

Baca Juga: PDHI Jatim VIII Dilantik, Wabup Blitar Harap Kontribusi Maksimal untuk Blitar Berjaya

Ia mengingatkan adanya dua aspek yang perlu diperkuat, yakni pengembangan sumber pendanaan baru dan komunikasi kebijakan fiskal yang lebih jelas.

Fakhrul menyoroti bahwa selama ini pemerintah masih mengandalkan narasi disiplin fiskal, seperti menjaga defisit di bawah tiga persen dan rasio utang yang terkendali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mohammad Noviyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X