Empat Agensi Besar K-Pop Rencanakan Kolaborasi Festival Musik Global Phenomenon

Photo Author
Siti Nurjanah, Ibenews
- Jumat, 17 April 2026 | 20:35 WIB

Empat agensi hiburan Korea Selatan HYBE, SM, JYP, dan YG Entertainment berkolaborasi membentuk joint venture untuk menyelenggarakan festival musik.
Empat agensi hiburan Korea Selatan HYBE, SM, JYP, dan YG Entertainment berkolaborasi membentuk joint venture untuk menyelenggarakan festival musik.

iBenews.id - Industri hiburan Korea Selatan tengah mempersiapkan langkah ambisius dengan menyatukan empat agensi besar, yakni HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment.

Keempat perusahaan tersebut berencana membentuk sebuah joint venture untuk menyelenggarakan festival musik global bertajuk "Phenomenon".

Proyek ini dilaporkan akan dipimpin langsung oleh pendiri JYP Entertainment, Park Jinyoung (J.Y. Park), nama "Phenomenon" sendiri merupakan kombinasi dari kata "fan" dan "phenomenon", yang merepresentasikan kekuatan basis massa penggemar global dalam industri K-pop saat ini.

Baca Juga: Mubes Praktisi Maritim II Dorong Digitalisasi Sektor Kelautan Indonesia

Berdasarkan linimasa yang direncanakan, festival ini akan menjadi agenda tahunan digelar Desember 2027 peluncuran perdana yang berlokasi di Korea Selatan, dan Mei 2028 ekspansi ke berbagai kota besar di dunia.

Tujuan utama dari proyek ini adalah menciptakan platform festival musik yang mampu bersaing dengan ajang internasional ternama seperti Coachella di Amerika Serikat, Glastonbury di Inggris, atau Fuji Rock di Jepang.

Festival ini diproyeksikan tidak hanya sebagai konser biasa, melainkan sebagai upaya memperkuat Intellectual Property (IP) K-pop di kancah global.

Baca Juga: Virgin Australia Optimis Tetap Profit di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia 2026

Meskipun keempat agensi disebut akan berkontribusi secara setara, detail mengenai struktur kepemimpinan dan sistem tata kelola (governance) saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa rencana kolaborasi besar ini telah melalui proses pelaporan ke otoritas persaingan usaha di Korea Selatan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi bisnis yang berlaku.

Inisiatif ini dipandang sebagai titik balik strategis bagi model bisnis industri kreatif Korea Selatan, selain potensi pertumbuhan ekonomi, kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem hiburan melalui kemitraan strategis antar-perusahaan besar. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mohammad Noviyanto

Sumber: Naver

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X