iBenews.id - Seekor gajah bernama Chanchal dilaporkan mati di Jaipur, India, beberapa bulan setelah keterlibatannya dalam sesi pemotretan yang viral di media sosial, kasus ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi perlindungan satwa internasional dan lokal.
Chanchal sebelumnya menjadi objek pemotretan oleh influencer asal Rusia, Yulia Buruleva, dalam kegiatan tersebut, seluruh tubuh gajah dicat dengan warna merah muda mencolok demi kepentingan estetika visual.
Organisasi pelindung hak hewan, termasuk PETA India, memberikan kecaman keras terhadap praktik tersebut, mereka menekankan bahwa penggunaan bahan kimia pada kulit hewan untuk kepentingan konten merupakan bentuk eksploitasi yang dapat membahayakan kesehatan satwa.
Baca Juga: Aksi Bersih-Bersih Suporter Jepang di Stadion Wembley Kembali Viral
Meski demikian, pihak berwenang setempat menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti medis langsung yang menghubungkan proses pengecatan dengan kematian Chanchal.
Di sisi lain, pejabat perlindungan satwa liar di wilayah tersebut mengonfirmasi bahwa belum ada penyelidikan resmi yang tuntas mengenai penyebab pasti kematian gajah tersebut.
Ketidakpastian ini memicu perdebatan luas di jagat maya, di mana publik mendesak adanya transparansi dan kejelasan prosedur perlindungan satwa dalam industri hiburan dan media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih menjadi topik hangat di kalangan penggiat hak asasi hewan sebagai pengingat akan batasan etika dalam interaksi manusia dengan satwa liar demi kebutuhan konten digital. (*)
Artikel Terkait
BKSDA Aceh Temukan Gajah Sumatera Mati, Diduga Sengatan Listrik
Kunjungi MPP Gajah Mada, Deputi KemenPAN-RB Apresiasi Fasilitas dan Soroti Interoperabilitas Data
Demi Kepuasan Tamu, Housekeeping Hotel Rela Bentuk Handuk dari Gajah hingga Naga
Dari 42 Jadi 21, Pemerintah Darurat Lindungi Habitat Gajah yang Menyusut
Presiden Prabowo Siapkan Inpres Khusus Selamatkan Gajah Sumatera dan Borneo